Dalamalquran surat Al A'raf ayat 187, kita bisa menemukan dalil atau bukti kebenaran adanya hari akhir yang menjadi rahasia Allah SWT, dimana tidak ada satupun yang mengetahui kapan datangnya hari tersebut kecuali Allah sendiri yang maha mengetahui. Berikut terjemahan ayat 187 tersebut: Meskihari kiamat sudah pasti datangnya, tetapi tidak ada yang mengetahui kapan waktu itu akan datang, sebagai umat Islam hanya wajib mengimaninya sesuai dengan rukum iman yang kelima. Berikut ini tanda-tanda hari kiamat dari Allah SWT: 1. Tanda-tanda kiamat sughro. SuratAl-Fatihah dijuluki Ummul Qur'an (induk Al-Qur'an) karena merupakan induk dari semua isi Al-Qur'an. Tidak ada yang menyamai keagungan surat ini sehingga di jadikan surat pembuka dari Al-Qur'an. Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat diturunkan di Makkah. Bagi Mazhab Maliki, terdiri dari 6 ayat (tanpa basmalah). Dalam Surat Al-Fatihah, Allah mengingatkan manusia tentang Hari pembalasan Imankepada hari akhir sendiri memiliki beberapa fungsi yang bisa dirasakan langsung dalam kehidupan. Berikut ini adalah beberapa fungsi iman kepada hari akhir yang perlu diketahui: 1. Sebagai bentuk ketakwaan. Muslim sejati adalah mereka yang beriman pada hari akhir. Tidak akan sempurna iman seseorang jika ia tidak percaya pada hari akhir. 3C. Dasar tentang Datangnya Hari Akhir 1. Dalil Naqly Dasar naqly tentang kepastian datangnya hari qiyamat itu, diantaranya : a. QS. Al-Hajji : 7 Artinya,"Dan Sesungguhnya hari kiamat itu Pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS. Dengandemikian maksud ayat ini adalah bahwa munculnya Nabi Isa menjelang hari Kiamat merupakan tanda bahwa Kiamat akan datang. Selanjutnya Allah meminta manusia agar tidak meragukan datangnya hari Kiamat. Karena itu mereka harus mempersiapkan diri dengan cara beriman dan berbuat baik, supaya dapat memetik buah iman dan amalnya nanti di akhirat. Yangpertama-tama perlu kita pahami dengan baik adalah: datangnya hari penghakiman itu tidak bisa dihindari. Apapun pemahaman kita mengenai nubuat akhir jaman, kita tetap ditentukan "untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibr 9:27). Kita semua sudah terikat dengan janji-temu ilahi dengan Pencipta kita. APti.

kepastian datangnya hari akhir tidak boleh kita